Penyakit Autoimun, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Penyakit Autoimun, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya


Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Padahal normalnya, sistem kekebalan tubuh berperan untuk menjaga tubuh dari serangan organisme asing seperti bakteri dan virus. 

Nah, yang terjadi pada seseorang yang menderita penyakit autoimun adalah sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuhnya sendiri sebagai organisme asing. Oleh karena itu, sistem kekebalan tubuh melepaskan protein yang dinamakan dengan autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat. 

Penyebab Penyakit Autoimun

Hingga saat ini, belum diketahui dengan pasti apa penyebab penyakit autoimun yang sebenarnya. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit autoimun, yaitu sebagai berikut.

1. Etnis

Beberapa penyakit autoimun diderita oleh etnis-etnis tertentu saja. Contohnya, Orang Eropa menderita diabetes tipe 1. Sedangkan  orang Afrika – Amerika dan Amerika Latin lebih rentan terkena lupus.

2. Gender

Wanita lebih rentan terkena penyakit autoimun dibandingkan dengan pria, dan biasanya dimulai pada awal masa kehamilan. 

3. Lingkungan

Penyakit autoimun juga dapat diderita oleh seseorang karena paparan dari lingkungannya, seperti cahaya matahari, bahan kimia, serta infeksi virus dan bakteri yang dapat memperparah keadaannya.

4. Riwayat Keluarga

Pada umumnya, penyakit autoimun menyerang anggota keluarga yang lain, meskipun tidak mengalami penyakit autoimun yang sama, namun mereka rentan terhadap penyakit autoimun yang lain. 

Gejala Penyakit Autoimun

Terdapat lebih dari 80 jenis penyakit yang termasuk dalam golongan penyakit autoimun, yang mana beberapa diantaranya memiliki gejala-gejala yang sama. Berikut ini adalah beberapa gejala awal yang secara umum dialami oleh seseorang yang menderita penyakit autoimun.

1. Kelelahan.
2. Pegal otot.
3. Ruam kulit.
4. Demam ringan.
5. Rambut rontok.
6. Sulit konsentrasi.
7. Kesemutan pada tangan dan kaki. 

Setiap jenis penyakit autoimun memiliki gejalanya masing-masing yang spesifik, beberapa contohnya seperti sering merasa haus, lemas, dan terjadinya penurunan berat badan pada penderita diabetes tipe 1.

Nah, berikut ini adalah beberapa contoh dari penyakit autoimun beserta dengan gejalanya.

1. Lupus

Penyakit ini dapat memengaruhi hampir semua sistem organ. Gejala-gejala yang mungki dirasakan oleh penderitanya, diantaranya demam, nyeri sendi, nyeri dada, sesak nafas, sakit kepala, kejang, pucat, sariawan, kulit sensitif, ruam kulit, bengkak pada tungkai, dan pendarahan. 

2. Penyakit Graves

Penyakit ini dapat mengakibatkan penderitanya kehilangan berat badan, gelisah, jantung berdebar, rambut rontok, dan mata menonjol. 

3. Psoriasis

Penyakit ini mengakibatkan penderitanya memiliki kulit yang bersisik. 

4. Multiple Sclerosis

Gejala dari penyakit autoimun ini diantaranya nyeri, lelah, gangguan penglihatan, otot, tegang, dan kurangnya koordinasi tubuh. 

5. Myasthenia Gravis

Penyakit ini mengakibatkan kelelahan yang dirasakan oleh penderitanya semakin parah seiring dengan aktivitas yang dilakukan. 

6. Tiroiditis Hashimoto

Gejala-gejala dari penyakit ini, seperti kelelahan, sembelit, depresi, peningkatan berat badan, kulit kering, dan sensitif pada udara dingin. 

7. Kolitis Ulseratif dan Crohn’s Disease

Gejala-gejala yang dirsakan oleh penderita penyakit ini diantaranya demam, nyeri pada bagian perut, diare, BAB disertai dengan darah, dan penurunan berat badan.

8. Rheumatoid Arthritis

Penyakit autoimun ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.

9. Sindrom Guillain-Barre

Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan yang berlebih bahkan hingga kelumpuhan. 

Gejala penyakit autoimun dapat terjadi secara tiba-tiba dengan derajat yang berat yang dinamakan dengan flare. Flare dapat terjadi karena dipicu oleh suatu hal, contohnya paparan sinar matahari ataupun stres. 

Pengobatan Penyakit Autoimun

Kebanyakan dari penyakit autoimun belum dapat disembuhkan. Akan tetapi, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini dapat ditekan dan dijaga agar tidak menimbulkan flare. Pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit autoimun bergantung pada jenis penyakit autoimun yang diderita, gejala-gejala yang dialami, dan tingkat keparahannya. 

Maka, untuk mengatasi rasa nyeri yang dialami, penderita penyakit autoimun dapat mengonsumsi aspirin atau ibuprofen. Penderita juga dapat menjalani terapi pengganti hormon  jika penyakit autoimun yang dideritanya menghambat produksi hormon dalam tubuh. Contohnya, penderita diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin untuk mengatur kadar gula darah dan penderita tiroiditis membutuhkan hormon tiroid. 

Selain itu, juga ada beberapa  obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid yang digunakan untuk membantu menghambat perkembangan penyakit autoimun dan memelihata fungsi organ tubuh, contohnya dexamethasone. Obat jenis anti TNF, seperti infliximab juga dapat digunakan untuk mencegah peradangan yang disebabkan oleh penyakit autoimun rhematoid arthritis dan psoriasis. 

Karena salah satu penyebab penyakit autoimun adalah faktor lingkungan dan gaya hidup, maka untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh Anda harus menjalani pola makan dan gaya hidup sehat. Makanan dapat memengaruhi penyakit autoimun karena berkaitan dengan kesehatan usus dan peradangan, sehingga Anda perlu menghindari makanan yang menyebabkan inflamasi. 

Tidak hanya itu, beban pikiran dan stres juga memiliki efek yang cukup besar terhadap sistem kekebalan tubuh dan sudah pasti memengaruhi kondisi penderita penyakit autoimun. Oleh karena itu, orang yang menderita autoimun sering disarankan untuk mengurangi beban pikiran dan stres agar tidak memperparah penyakit autoimun yang dideritanya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penyakit Autoimun, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya"

Posting Komentar