Cara Cepat Melunasi Hutang

Cara Cepat Melunasi Hutang

Tidak ada seorangpun yang ingin memiliki hutang. Meski demikian, terkadang kita harus berhadapan dengan situasi tertentu yang memaksa kita untuk berhutang. Masalah terbesar dalam hutang adalah melunasinya. Beberapa orang mungkin dapat dengan mudah melunasi hutang-hutangnya, sedangkan sebagian lain akan kesulitan atau justru terjebak dalam hutang yang lebih besar.

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang sulit untuk melunasi hutang adalah tidak adanya pekerjaan tetap, pengeluaran lebih besar dari pemasukan, gali lubang-tutup lubang, enggan bekerja, tidak merubah gaya hidup, dan menunda pembayaran. Sebagian besar masalah dalam pelunasan hutang disebabkan oleh kesalahan diri sendiri, yang berarti bahwa kamu lah yang menempatkan diri kamu dalam kesulitan.

Beberapa tips cepat melunasi hutang

1. Bekerja

Bagaimana kamu bisa mengembalikan hutang jika kamu tidak bekerja? Bekerjalah, miliki penghasilan, dan lunasi hutangmu. Kerjakan apapun yang bisa kamu kerjakan dan menghasilkan. “Ah, kerjaan yang ini gajinya lecil, nanti lah nunggu yang lain”. Gaji kecil lebih baik daripada tidak berpenghasilan sama sekali. Paling tidak kamu tetap berpenghasilan selama menunggu pekerjaan lain dengan gaji yang lebih besar.

2. Jangan menunda

Ketika kamu memiliki kesempatan untuk mencicil, maka cicil lah hutangmu. Jangan pernah berpikir “Ah, nanti sekalian kalau sudah kumpul semua”, karena kamu tidak akan bisa melakukannya; kamu akan selalu memiliki pikiran “Pakai dulu aja lah, besok ganti”. Mencicil akan mengurangi jumlah pinjaman kamu. Pemberi pinjaman juga akan lebih senang ketika mereka mendapati bahwa sebagian uang mereka kembali.
3. Merubah gaya hidup
Salah satu penyebab hutang adalah gaya hidup yang berlebih. Pernah mendengar Besar pasak daripada tiang? Misal, jika kamu memiliki pendapatan 1 juta, maka jatah hidup kamu adalah 800 ribu dan 200 ribunya harus kamu tabung. Bagaimana bisa? Tentu bisa. Caranya adalah dengan menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan kamu. Ketika gaya hidup kamu lebih tinggi dari pendapatan, maka jelas kamu akan berhutang. Untuk apa terlihat kaya tapi sengsara?

4. Menyisihkan anggaran khusus

Sisihkan minimal 20% dari pendapatan kamu untuk menyicil hutang. Beberapa dari kamu mungkin bertanya “Kenapa menyicil jika kami bisa langsung lunasi?” Jika itu tidak memberatkan kehidupan kamu, atau telah berjanji, atau pemberi pinjaman memintanya, maka silakan lunasi hutang kamu sekaligus. Namun jika memungkinkan, mencicil adalah langkah yang paling baik untuk melunasi hutang kamu (terutama hutang dalam jumlah besar).

5. Terbuka

Beberapa orang cenderung menutupi hutang mereka dari pasangan atau keluarga. Mereka pikir bahwa mereka sendirilah yang akan menanggung hutang tersebut. Faktanya, perilaku seperti ini justru akan menyulitkan posisi kamu. Ketidaktahuan akan membuat pasangan/keluarga kamu tetap menjalani hidup dengan pola dan pengeluaran yang sama, padahal di sisi lain kamu membutuhkan dana khusus yang akan kamu gunakan untuk membayar hutang kamu. Perilaku seperti ini seringkali berujung pada pola “gali lubang-tutup lubang”. 

Ironisnya, mereka yang memiliki pola pikir tertutup seperti ini cenderung akan mengungkapkan masalah hutang mereka ketika mereka benar-benar terdesak. Beberapa pasangan mungkin akan memberikan respon yang baik dan mencoba untuk membantu, namun beberapa justru akan menunjukkan kekesalan dan kekecewaan mereka. Kekecawaan/kekesalan biasanya muncul ketika hutang yang kamu miliki sudah terlalu besar. 

Keterbukaan akan “menolong” kamu dari hutang. Utarakan masalah/keinginan kamu. Diskusikan mengenai keinginan kamu untuk berhutang dan bagaimana cara pelunasannya. Pasangan/keluarga kamu tentu akan memberikan berbagai masukan/dukungan/jalan keluar yang baik. Kamu juga harus terbuka kepada pemberi pinjaman. Jangan pernah berbohong hanya untuk mendapatkan pinjaman. Pemberi pinjaman berhak untuk mengetahui alokasi hutang yang mereka berikan dan kemungkinan risikonya.

6. Menjual aset berharga

Suka atau tidak, hutang adalah hutang; sesuatu yang harus kamu kembalikan. Pemberi pinjaman memiliki hak untuk meminta apa yang sudah mereka pinjamkan. Dalam kondisi terdesak, menjual asset berharga adalah langkah terbaik untuk melunasi hutang kamu. Ini adalah langkah terakhir ketika memang kamu dan pasangan/keluarga mereka bahwa tidak ada pilihan lain. Langkah ini berhubungan erat dengan keterbukaan. 

Tanpa keterbukaan sejak awal, kamu akan sangat sulit untuk melakukan hal ini. Langkah terakhir ini dapat menjadi awal baru. Kamu mungkin akan “miskin”, tetapi sisi positifnya adalah bahwa kamu bisa memulai hidup baru tanpa tekanan hutang. Cara ini jauh lebih baik daripada mencoba untuk melunasi satu hutang dengan hutang yang lain yang justru akan menjerumuskan kamu dalam masalah yang jauh lebih serius.

7. Hindari hutang

Menabung dan bergaya hidup hemat adalah cara paling efektif untuk hidup tenang tanpa hutang. Berapapun pendapatan kamu, sisihkan sebagian untuk ditabung. Jangan pernah memaksanakan diri untuk memiliki sesuatu jika kamu belum mampu. Tunggu hingga kamu memang benar-benar mampu untuk membelinya. Prioritaskan kebutuhan primer dan batasi kebutuhan sekunder kamu. Ingat bahwa hidup tanpa hutang adalah kehidupan yang sangat menyenangkan. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Cepat Melunasi Hutang"

Posting Komentar