10 Negara yang Terapkan Hukuman Berat untuk Para Koruptor


10 Negara yang Terapkan Hukuman Berat untuk Para Koruptor


Korupsi adalah sebuah penyelewengan atau penyalahgunaan terhadap uang negara, perusahaan dan lainnya demi memenuhi kebutuhan pribadi maupun orang lain. Siapa saja bisa menjadi pelaku korupsi, seperti masyarakat biasa, politikus sampai pemimpin negara. Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki beberapa koruptor, sedangkan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) sudah menerapkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) lebih dari 30 kali dengan menetapkan 110 orang sebagai tersangka.


Bukan hanya di Indonesia, pelaku korupsi alias koruptor juga lahir di beberapa negara lainnya dan hukuman yang ditetapkan juga beragam. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang menjatuhkan hukuman mati kepada mereka yang terlibat praktik korupsi. Berikut ini adalah 10 negara yang menerapkan hukuman berat untuk para koruptor, antara lain :

1. Korupsi di Malaysia

Malaysia adalah negara yang sempat menetapkan hukuman mati kepada siapa saja yang terlibat praktik korupsi. Negara ini telah memiliki undang-undang anti korupsi yang disebut Prevention of Corruption Act dan diberlakukan sejak tahun 1961, serta Badan Pencegah Rasuah (BPR) didirikan untuk melaksanakan visi tersebut pada tahun 1982. Malaysia saat ini tercatat sudah menghukum beberapa pelaku korupsi sesuai ketentuan tersebut.

2. Korupsi di Thailand

Koruptor di Thailand biasanya akan dijatuhkan eksekusi mati, namun hukuman tersebut berlaku untuk pelaku korupsi yang menyalahgunakan uang negara minimal 1 miliar bath atau sekitar Rp.374,04 miliar. Selain itu, siapa saja yang terbukti korupsi di bawah 1 miliar bath akan menerima hukuman penjara minimal 5 tahun. Keputusan itu secara resmi tercatat dalam rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan oleh junta militer Thailand. Hal ini dibuktikan melalui kasus mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra yang disingkirkan kala kudeta militer pada tahun 2006 dan sang adik, Yinluck Shinawatra di tahun 2014.

3. Korupsi di Arab Saudi

Koruptor di Arab Saudi akan menerima hukuman pancung. Mereka biasanya diperlakukan bak seorang pencuri lantaran sudah menyalahgunakan uang negara untuk kepentingannya masing-masing. Arab Saudi memang dikenal sebagai salah satu negara Timur Tengah yang serius dalam memberantas pelaku korupsi dengan menjatuhkan hukuman keji bagi siapa saja yang melakukannya, baik itu masyarakat biasa hingga pihak pemerintah sekali pun.

4. Korupsi di Jerman

Jerman merupakan salah satu negara Eropa yang mempunyai catatan tindakan korupsi terendah di dunia. Alhasil, negara ini tentunya telah menerapkan hukuman bagi para korupsi secara efektif dan maksimal. Siapa saja yang menyalahgunakan uang negara di sana akan dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan keputusan pemerintah tersebut dinilai setara dengan mereka yang memberanikan diri untuk ikut serta dalam menyalahgunakan uang negara.

5. Korupsi di Jepang

Berbeda dengan negara lain, pelaku korupsi di Jepang biasanya tidak dijatuhkan hukuman mati oleh negara, namun mereka cenderung bunuh diri usai melakukan tindakan criminal tersebut. Meski begitu, para koruptor di Negeri Sakura akan diperlakukan bak terpidana lainnya dan menerima hukuman penjara sampai 7 tahun, serta sanksi sosial seperti diacuhkan oleh keluarganya masing-masing dan dinilai sebagai orang asing karena Jepang menerapkan budaya malu yang membuat korupsi sebagai aksi memalukan.

6. Korupsi di Korea Utara

Korea Utara masuk ke dalam daftar negara yang menjatuhkan hukuman mati bagi para koruptor. Mereka biasanya merahasiakan eksekuti mati untuk pelaku korupsi selama era kepemimpinan Kim Jong Un. Kasus paling menggemparkan terjadi kala Chang Song Thaek dianggap telah menyalahgunakan uang negara serta aksi kudeta, sedangkan lebih dari 50 pejabat sudah dijatuhkan hukuman mati pada tahun 2015 di Korea Utara.

7. Korupsi di Vietnam

Hukuman mati juga berlaku untuk para pelaku korupsi di Vietnam. Hal yang perlu diperhatikan adalah eksekuti mati tidak berlaku bagi wanita yang mengasuh seorang anak di bawah umur 36 tahun serta wanita hamil kala vonis dijatuhkan. Kendati demikian, koruptor di negara ini akan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup atas beberapa kasus yang berhasil diselidiki bila mereka terbukti bersalah terhadap tindakan criminal tersebut.

8. Korupsi di Amerika Serikat

Amerika Serikat tidak menerapkan hukuman mati bagi siapa saja yang merupakan pelaku korupsi. Mereka biasanya menyediakan hukuman lebih serius untuk para koruptor, sedangkan hukuman yang dijatuhkan adalah minimal 5 tahun bui. AS juga tidak ragu memberhentikan siapa saja pejabat negera yang terbukti bersalah atas tindakan korupsi.

9. Korupsi di Cina

Cina memberlakukan hukuman mati kepada siapa saja yang menyalahgunakan uang negara. Hukuman itu dilaksanakan secara rahasia dan menyulitkan pihak tertentu untuk menghitung data secara rinci atas jumlah koruptor yang sudah dieksekusi. Cina tercatat sudah mengeksekusi mati sampai satu juta petinggi negara yang merupakan pelaku korupsi selama tiga tahun terakhir. Presiden Xi Jinping juga tercatat sudah menetapkan hukuman tersebut kepada sejumlah pihak yang bekerja di instansi negara sejak beberapa tahun terakhir.

10. Korupsi di Singapura

Singapura termasuk salah satu negara yang tingkat korupsi nya paling rendah. Hal ini disebabkan hukuman serius yang dijatuhkan bagi para koruptor. Negara ini akan menjatuhkan hukuman mati kepada pelaku pembunuhan, korupsi dan penyelundupan obat terlarang dan eksekusi mati sudah diberikan kepada seribu orang sejak tahun 1994 sampai 1999. Bahkan, Amnesty International menetapkan Singapura sebagai negara yang paling sering menjatuhkan hukuman korupsi kepada para koruptor. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "10 Negara yang Terapkan Hukuman Berat untuk Para Koruptor"

Posting Komentar